Ngematke’: Kearifan Tradisional di Balik Rasionalitas Silent Majority di Era Digital

Dalam tradisi masyarakat kita, ada sebuah perilaku yang disebut dengan ngematke. Ini bukan sekadar melihat, melainkan mengamati dengan saksama, mendengarkan dengan saksama, dan menimbang segala sesuatu di dalam batin sebelum mengambil keputusan.

Di era digital yang penuh dengan “polusi suara” dan algoritma yang memaksakan emosi, tradisi ngematke ini ternyata bertransformasi menjadi sebuah kekuatan politik yang signifikan: Silent Majority yang Rasional.

Banyak pengamat luar menganggap bahwa masyarakat yang tidak bersuara di media sosial adalah masyarakat yang tidak terpapar informasi atau mudah dimanipulasi oleh politik transaksional (seperti bansos atau jaringan partai).

Riset di Titen menunjukkan hal yang berbeda. Kelompok mayoritas yang diam ini sebenarnya sangat aktif secara digital, namun mereka menerapkan prinsip ngematke:

* Filter Kontekstual: Mereka tidak mudah terlipat dalam provokasi atau diskusi emosional karena mereka membandingkan apa yang ada di layar dengan realitas kontekstual di sekitar mereka.

* Imunitas terhadap Fandom: Budaya ngematke membuat seseorang tidak mudah menjadi “penggemar fanatik”. Mereka melihat tokoh politik sebagai manusia dengan fungsi jabatan, bukan idola yang harus dibela mati-matian di kolom komentar.

* Kedaulatan dalam Keheningan: Keputusan mereka diambil di ruang privat yang tenang, jauh dari intervensi algoritma yang menuntut reaksi instan (marah atau senang).

Fenomena Pilpres 2024 membuktikan bahwa kearifan tradisional seperti ngematke adalah bentuk literasi digital yang paling canggih. Ia memungkinkan masyarakat untuk tetap rasional di tengah badai informasi.

Di Titen, kita percaya bahwa mempertemukan tradisi pengamatan yang mendalam ini dengan teknologi AI masa depan adalah kunci untuk membangun masyarakat yang tidak mudah didikte oleh mesin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

📜 Titen Research AI×
Selamat datang di Titen Research. Mari kita diskusikan pola kearifan masa lalu dan teknologi masa depan. Ada yang ingin Anda tanyakan?
📜
Scroll to Top